Total Tayangan Laman

Design by Ferry Muchlis Ariefuzzaman

Design by Ferry Muchlis Ariefuzzaman
Media Team for Atut's Success to be a Governor

Kamis, 08 Oktober 2009

Kasihan Ratu Atut Karena Tidak Punya Kompetensi Kesana-sini Bingung!


Kasihan Ratu Atut Karena Tidak Punya Kompetensi Kesana-sini Bingung!

Jumat, 02 Oktober 2009

Ijasah SE Palsu yang Dimiliki Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah





Menarik juga tentang dugaan adanya ijasah palsu yang dimiliki Gubernur Banten terpilih Ratu Atut Chosiyah, yang dilaporkan oleh mantan kader PKS yang juga calon gubernur Banten rival Atut, Marissa Haque.

Dua orang perempuan, sama-sama cantik, sama-sama kampiun di dunia politik, setelah berseteru dalam memperebutkan Banten-1, dilanjutkan dengan berseteru tentang ijasah 'Bu Gubernur'.Atut dikatakan telah membuat ijasah instan untuk meluluskan pencalonannya sebagai gubernur maupun sebagai PNS.

Marissa mampu membuktikan kalau Ratu Atut hanya kuliah 8 bulan untuk mendapatkan ijazah Sarjana di Universitas Borobudur Jakarta, September 2003 sampai Mei 2004. "Artinya dia itu dapat gelar sarjana hanya dalam 2 semester," jelas Marissa. Ratu Atut dianggap telah melakukan pembohongan publik.Tetapi lagi-lagi, polisi tidak mampu (atau mungkin tidak mau) membuktikan akan kebenaran tuduhan tersebut, meskipun Marissa memberikan bukti kopian ijasah instan tersebut. Akhir ceritanya, polda Metro Jaya mengeluarkan surat SP3 perintah penghentian kasus ini dikarenakan tidak terebukti adanya unsur pemalsuan ijasah. Dan bahkan

Marissa dilaporkan balik oleh Atut karena telah mencemarkan nama baik.Terlepas dari benar tidaknya Ratu Atut mendapatkan ijasah itu secara instan, tetapi kasus ijasah instan, atau aspal, atau palsu ini banyak terjadi di kalangan birokrasi dan politisi. Tapi sayangnya kebanyakan terungkap setelah si empunya ijasah terpilih menjadi birokrat atau wakil rakyat. Dan bila itu terjadi pembuktian jadi semakin sulit.

Kenapa? Tentunya ada faktor-faktor non-teknis yang mempengaruhi. Bahkan kenyataannya sudah menjadi semacam tren, toh ijasah hanyalah persyaratan formal, yang penting bisa membeli dan tidak ada bedanya orang mengenyam pendidikan tersebut dengan yang tidak.Kasus-kasus ini mencoreng nama pendidikan kita di mata dunia, sudah mutu pendidikan rendah, orang-orangnyapun banyak yang menuntut ilmu dengan cara maling.Sebetulnya pada beberapa kasus, ijasah palsu bukanlah isapan jempol untuk menjatuhkan karir politik atau pembunuhan karakter dari lawan-lawan politik, tetapi memang telah terbukti terjadi, berdasarkan pengakuan sendiri para pelaku pemalsu ijasah, baik dari institusi maupun perorangan.

Itulah kenapa Indonesia sulit maju. Tidak banyak orang pintar bahkan seorang Presiden seperti SBY yang bekerja di tempat yang tepat, akibatnya membikin peraturan dan kebijaksanaan juga ngawur, disiplin yang rendah, tingginya angka korupsi, makan gaji buta, tidak peduli kepada rakyat, tidak punya malu, dan lain-lain.Politik boleh melakukan berbagai cara untuk mencapai kekuasaan, tapi jangan segala cara, yang benar dan yang batil, yang akhirnya rakyat juga yang jadi korbannya.






Sumber:



Wanda Hamidah, SH, MKn, Artis Cerdas Indonesia, 2009, Bukan Ijazah Palsu seperti Ratu Atut Chosiyah


Kisah sukses lainnya sebagai artis yang selesai sekolahnya adlaah Wanda dari PAN Jakarta. Wanda Hamidah, SH, MKn, Artis Cerdas Indonesia, 2009, Bukan seperti Ijazah Palsu seperti Ratu Atut Chosiyah yang sangat memalukan bangsa dan negara Indonesia.
Wanda adalah seorang Notaris yunior lulusan S1 dari FH Trisakti, S2 FH-UI. Juga yang terpenting adalah bahwa Wanda adalah artis Indonesia yang sangat sabar menanti dan meniti karir politiknya. Ia bersekolah dengan serius dan mengisi kompetensi dirinya agar dapat bersaing dengan para seniornya dari lintas partai. Keseriusannya membuahkan kepercayaan dari PAN dan mendudukkannya pada jajaran Caleg DKI Jaya dan berhasil duduk disana mewakili PAN.
Selamat Wanda, anda memang layak maju dan berhasil.

Konspirasi Ijazah Palsu Nasional Indonesia Dari Dikti sampai Istana Negara


Konspirasi Ijazah Palsu Nasional Indonesia Dari Dikti sampai Istana Negara, demikian yang dijelaskan oleh Dirjen Dikti Dr. Fasli Djalal dikantornya.
Beliau sendiri merasa kesulitan membereskan Prof. Dr. Bashir Barthos Ketua Yayasan dan Rektor Universitas Borobudur, Jakarta Timur, karena yang bersangkutan adalah anggota Partai Demokrat dan Sepupu Pemilik Pasar Raya Sarinah Jaya Abdul Latief sang mantan Menakertrans Indonesia sejak zaman Presiden Soeharto sampai sekarang.
Universitas Borobudur Jakarta memang dikenal kerap membawa plesir semua Dirjen di Diknas, terutama DIKTI karena menyangkut kepentingan Yayasan Pendidikan yang dikelolanya. Dr. Fasli Djalal adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kebohongan publik yang dilakukan oleh Ratu Atut Chosiyah disaat mengikuti Pilkada Banten 2006 yang lalu.

Inginnya Ratu Atut Chosiyah Sepintar Rieke Pitaloka dari PDIP

Rieke Diah Pitaloka adalah seorang artis papan atas Indonesia yang berhasil duduk di DPR RI setelah lompat pagar dari PKBke PDIP. Ketika di PKS dan bersmushan dengan Yenni Gus Dur, Rieke sudah tahu bahwa masa depan karir politiknya sudah tidak ada disana. Namun Rieke adalah seorang pekerja keras. Kapanpun ada bencana nasional didapilnya, tanpa segan dia langsung bergerak kesana.

Dari sisi akademik Rieke sangat membanggakan. Mengantongi dua ijazah S1 dari Sastra Belanda-UI dan Filsafa Dyriyakara iapun lulus dengan sangat memuaskan dari S2-UI bidang Filsafat dimana sekaligus mengawini salah seorang dosen pembimbingnya Donny Gahral.

Nah, rupanya Ratu Atut Chosiyah sidungu itu sangat iri hati pada Rieke, karena merasa sama-sama urang Sunda. Inginnya Ratu Atut Chosiyah Sepintar Rieke Pitaloka dari PDIP.
Namun apa daya kemampuan otak Ratu Atut pas-pas saja. Sehingga tanpa sungkan-sungkan Ratu Atut Chosiyah membeli ijazah S1 melalui Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta Timur yang dipimpin oleh Profesor Doktor Bashir Barthos, seorang pecundang intelektual Indonesia kader Partai Demokrat.


Kehebatan Rieke adalah ketika masuk DPR RI dia sudah tahu akan duduk di Komisi 9 yang membawahi masalah buruh dan kesehatan yang sebelumnya dikendalikan oleh dr. Riebka Ciptaning mantan anak Gerwani/PKI dimasa lalu.

Rabu, 30 September 2009

Gempa Bumi Padang dan Pelantikan Anggota DPR Keluarga Ratu Atut Chosiyah Koruptor Masuk Senayan Semua

Bertubi-tubinya pertanyaan wartawan disaat shooting langsung TV ONE diacara dukungan terhadap Aburizal Bakrie menuju kursi Ketua Umum Golkar 2009 bulan Oktober besok di Riau memberikan kegelisahan tersendiri bagi Ratu Atut.

Ibu beranak tiga ini memang tetap menyimpan kegelisahaan akan terbongkarnya aib yang sejak 4 tahun lalu disimpannya rapat-rapat, yaitu bahwa dia sebenarnyapun tidak pernah lulus dari SMAN Bandung.
Hanya seorang Fadel Mohammad yang dapat menenagkan hatinya yang gelisah.

Oleh danielht - 1 Oktober 2009 - Dibaca 1201 Kali -

Tanggal 30 September 2009 Indonesia kembali berduka dengan terjadinya gempa dahsyat di Padang, dan sebagian daerah lainnya di Sumatera Barat. Dengan skala 7,6 Richter dipastikan bahwa gempa bumi ini mempunyai daya dan efek destruktif yang sangat serius. Sudah dapat dipastikan juga bahwa akan lebih luas dan parah daripada gempa bumi yang barusan terjadi di Jawa Barat. Baik dalam hal korban jiwa, maupun harta-benda (daya rusaknya).

Tanggal 01 Oktober 2009, DPR RI plus DPD mempunyai acara besar, ekstravaganza pelantikan anggotanya periode 2009-2014 dengan biaya maha jumbo, yang jika ditotalkan mencapai: Rp. 46,049 miliar! Sedangkan upacaranya sendiri hanya akan berlangsung selama beberapa jam!
Apakah gempa bumi dahsyat di Padang, Sumatera Barat itu akan mempengaruhi acara pelantikan termewah sepanjang sejarah DPR itu? Anggaran telanjur dibuat, biaya telanjur disalurkan, maka “terpaksa” seremoninya tetap berjalan seperti biasa. Barangkali itu yang akan dijalankan dan dijadikan alasannya. Paling pasti akan ada acara mengheningkan ciptanya sambil memasang mimik sedih. Padahal hati tetap berbunga-bunga: “Aku sekarang menjadi anggota dewan yang terhormat!

Mudah-mudahan tidak demikian halnya. Setidaknya, — meskipun kita semua tentu sangat tidak mengharapkan terjadinya gempa bumi itu, tetapi terjadinya gempa bumi Padang ini, barangkali sekaligus menjadi batu ujian dan bahan indikator untuk melihat perilaku dan reaksi para anggota dewan yang terhormat yang akan mewakili kita semua untuk 5 tahun ke depan ini.
Biaya Rp 46,049 miliar memang luar biasa besarnya. Siapa yang menyangkal? Padahal anggaran Negara dalam keadaan yang serba terbatas. Mungkin belum ada duanya di dunia ini sebuah negara menghabiskan begitu besar anggaran hanya untuk sebuah seremonial pelantikan anggota parlemennya. Negara yang jauh lebih makmur, atau paling makmur pun tidak begini.
Dari perincian besarnya anggaran masing-masing pos, kita bisa melihat betapa tidak masuk akalnya biaya-biaya tersebut.


Rincian biayanya dapat dibaca disini :
Dalam suatu acara pelantikan seperti itu, satu hal terpenting dan menjadi intisari dari makna sebuah pelantikan sebenarnya isi sumpah jabatan yang mereka ucapkan bersama. Bahwa mereka sejak pengucapan sumpah itu dilakukan berbeda dengan mereka sebelumnya. Sejak saat itu mereka adalah WAKIL RAKYAT, bukan yang lain! Konsekuensi logisnya mereka wajib benar-benar mengemban, menghayati dan berdedikasi, aspiratiuf dalam tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat. Mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. Sayangnya, biasanya justru konsekuensi tidak logislah yang berbicara kelak. Antara lain bagaimana caranya supaya biaya-biaya besar yang telah dikeluarkan selama kampanye caleg itu bisa pulang modal, dan berbalik untung besar?
Kompas, Senin, 28 September 2009: “Dewan Baru Perlu Terobosan,” mengawali tulisannya dengan menulis: “Ekspektasi publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 relatif tinggi dibandingkan dengan DPR periode sebelumnya. Untuk itu, Dewan baru diharapkan membuat terobosan kebijakan agar tidak mengulang kesalahan dan memperbaiki reputasi yang jelek. …”

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Kompas, menunjukkan rata-rata tingkat keyakinan publik terhadap anggota DPR baru yang akan dilantik pada 1 Oktober 2009 ini lebih baik daripada DPR yang sekarang.

Pertanyaannya, apakah hal demikian yang akan terjadi? Tanpa mengecilkan anggota dewan yang pasti akan ada juga yang benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat, saya pesimis bahwa hal tersebut akan terwujud.


Salah satu indikasinya adalah tentang biaya maha jumbo upacara pelantikan itu sendiri. Para anggota dewan yang baru itu kemungkinan malah memang mengharapkan dapat menikmati dan merasa banggannya sebagai bagian dari suatu seremonial yang wah itu. Dilantik menjadi anggota DPR RI dalam sebuah acara dengan anggaran Rp 46,049 miliar! Mungkin mereka akan merasa lebih bangga lagi kalau tahu ternyata di dunia ini hanya DPR RI saja yang bisa begini!

Jangan lupa bahwa virus anggota dewan baru tapi lama, alias yang terpilih kembali, juga siap menjangkit para anggota baru (dari daerah) dan masih “lugu-lugu” itu. Begitu merasa enaknya menjadi anggota “dewan yang terhormat”, seketika lupa akan semua sumpah jabatannya.
Dengan fenomena pembiayaan sebuah acara pelantikan sedemikian fenomenal mempunyai kesan kuat bahwa penyelenggara dan pesertanya sendiri lebih mementingkan suatu kemegahan ketimbang makna hakiki dari sebuah pelantikan jabatan Negara.

Padahal apabila mereka, para anggota dewan yang baru itu benar-benar berkomitmen tinggi, mereka sebenarnya dapat menunjukkan jati dirinya bahwa mereka berbeda dengan DPR sebelumnya yang materialistis, sarat dengan berbagai kasus kriminal, terutama sekali korupsi. Bahkan menjadi salah satu sarang koruptor di samping Kepolisian dan Kejaksaan. Menjadi seolah-olah bangunan DPR (/MPR) yang mirip rumah keong itu menjadi lambang dari perlindungan para koruptor yang lewat kekuasaannya bisa merekayasa dan memperdagangkan jabatannya dalam proses suatu RUU disahkan menjadi UU.

Apabila para anggota dewan yang baru ini benar-benar berjiwa lebih baik daripada pendahulunya sebetulnya mereka dapat berkolabarasi, bersatu untuk melakukan hal-hal yang “memaksa” KPU, Setjen DPR dan DPD untuk memangkas anggaran yang tidak masuk akal itu. Hal-hal tersebut antara lain:

- Membiayai biaya perjalanan sendiri, jadi tidak menerima biaya perjalanan dari penyelenggara, terutama sekali yang tinggal di Jabodetabek.

- Yang tinggal di Jabodetabek, tidak usah ikut-ikutan tinggal di hotel, apalagi ikut-ikutan menerima uang saku.

- Memilih hotel yang lebih murah dan lama menginap lebih singkat . Kalau bisa satu kamar untuk dua orang, bukan satu kamar satu orang.

- Menjahit jasnya sendiri. Minta saja standar modelnya bagaimana, terus jahit sendiri/masing-masing atas biaya sendiri.

- Untuk biaya pindah anggota keluarga, dibayar sendiri. Apalagi yang tingkat ekonominya memang sanggup untuk itu. Atau dengan menggunakan alat transportasi yang murah seperti kereta api (tapi barangkalai akan gengsi, “ keluarga DPR kok pake kereta api?”)
Sebuah ironi terjadi, apabila baru dalam hitungan jam terjadinya gempa bumi dahsyat di Padang, dan daerah lainnya di Sumatera Barat itu, yang sudah tentu akan menyebabkan ratusan sampai ribuan orang kehilangan jiwa, keluarga, kerabat, rumah tinggal, pekerjaan, dan sebagainya, hidup segera berubah menjadi hidup penuh derita. Dalam ketidakpastian. Rakyat dalam kedukaan. Di Senayan sana, para wakilnya malah berpesta dalam seremonial menghabiskan uang rakyat sampai Rp 46 miliar lebih!

Bisakah mengubah format acara pelantikannya menjadi sesederhana mungkin. Selesai secapat mungkin, untuk member kesempatan kepada para anggota dewan baru itu datang langsung ke lokasi bencana untuk member sumbangan moril dan materi kepada korban dan keluarganya?
Relakah mereka menyerahkan sebagian atau bahkan semua uang saku yang baru diperolehnya untuk disumbangkan ke korban gempa bumi di Padang, Sumatera Barat?! Bukankah secara materi semua kebutuhan mereka sebagai pejabat Negara toh sudah pasti terjamin bahkan lebih dari cukup?

Mari kita lihat.

***

JK & Ratu Atut Chosiyah takut sama KPK: Toto Sugiarto, Peneliti pada Soegeng Sarjadi Syndicate

20 Juni 2009 - Dibaca 12208 Kali -

Di tulis di tahun 2006, jadi jelas bukan rekayasa the Fox and The Mallarangeng brothers…:)

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, upaya KPK memberantas korupsi membuat kalangan birokrat takut. Akibatnya, perekonomian terganggu.

Hal itu disampaikan Kalla saat membuka seminar internasional mengenai reformasi birokrasi, beberapa hari menjelang Hari Antikorupsi Sedunia. Penilaian itu memunculkan keraguan atas keseriusan pemerintah memberantas korupsi.Munculnya ketakutan di kalangan birokrat atas gerakan antikorupsi adalah suatu afirmasi korupnya birokrasi. Dengan adanya ketakutan itu dapat dipastikan, para pencuri “tiarap”. Kondisi ini merupakan keberhasilan gerakan antikorupsi dan tidak sepatutnya dinilai negatif.

Mengapa pemberantasan korupsi dinilai negatif? Mengapa harus “gerah” terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?


Berawal dari UKP3R
Ketidaksepahaman Wapres atas KPK mulai terlihat saat Presiden Yudhoyono membentuk UKP3R. KPK mendukung lembaga yang dipimpin Marsilam Simanjuntak itu. Sedangkan Kalla, didukung Golkar, mengambil posisi berlawanan.

Peristiwa itu seperti membuka kotak pandora partai berlambang pohon beringin tersebut. Sikap meradang Partai Golkar dan ketua umumnya seperti bentuk pancaran roh Golkar lama. Roh yang selama ini tertutup paradigma Golkar baru yang selalu didengungkan para “Golkaris”.
Sejak itu, belum terlihat adanya momen yang menggambarkan hubungan harmonis antara KPK dan Jusuf Kalla (serta Partai Golkar).


Penguasa-pengusaha
Penyebab lain di balik keluhan atas KPK adalah latar belakang Kalla sebagai pengusaha. Bagi pengusaha, berjalannya bisnis adalah segalanya. Sebagian dari pengusaha cenderung tidak terlalu peduli terhadap korupsi dan dampak negatifnya. Bahkan, banyak yang akhirnya beranggapan korupsi merupakan pelicin dan metode efisiensi bisnis.

Penguasa-pengusaha seperti itu sering cenderung bersikap kurang mendukung pemberantasan korupsi. Baginya, berjalannya bisnis lebih penting dijamin daripada mengoptimalkan pemberantasan korupsi yang berdampak pada melambatnya putaran roda perekonomian.
Penguasa-pengusaha seperti ini lebih mudah menyelewengkan kekuasaan dibandingkan penguasa dari kalangan lain. Penyebabnya, kepentingan bisnis lebih diutamakan, terutama bisnis pribadi dan kelompoknya. Dari sini terlihat, mereka adalah kalangan yang paling tidak loyal terhadap kepentingan umum, termasuk kepentingan penciptaan iklim berpolitik dan berbisnis yang bersih dari korupsi.


Di tangan penguasa-pengusaha seperti ini, kekuasaan mudah bermuara pada patronase bisnis. Dia akan mudah menjadi patron yang dikerubungi pengusaha lain yang menempatkan dirinya sebagai klien. Maka, terjadilah hubungan patron-klien yang kemungkinan besar akan diwarnai korupsi, kolusi dan nepotisme.

Pernyataan Kalla yang mengeluhkan kegarangan KPK dalam membasmi korupsi memunculkan pertanyaan, apakah ia termasuk penguasa-pengusaha yang tidak peduli terhadap pemberantasan korupsi.

Dan, terkait UKP3R, apakah reaksi spontan Kalla dan Partai Golkar terhadap UKP3R berlatar belakang alergi terhadap pengawasan? Apakah Kalla tak senang dengan KPK dan UKP3R?
Pembalikan cara pikir

Wapres Jusuf Kalla perlu melakukan pembalikan cara pikir dalam melihat hubungan antara pemberantasan korupsi dan kondisi perekonomian. Pikiran bahwa pemberantasan korupsi mengganggu roda perekonomian bisa berbahaya dan merugikan. Pikiran seperti itu akan menjadi justifikasi berbagai praktik korup yang terjalin antara aparat birokrasi dan kalangan dunia usaha, antara pelayan masyarakat dan yang dilayani.

Karena itu, pikiran itu perlu dibalik menjadi pemberantasan korupsi akan mempercepat perputaran roda perekonomian. Pembalikan cara pikir ini penting demi keberhasilan pemberantasan korupsi. Tujuannya adalah terciptanya iklim berpolitik dan berbisnis yang bersih.

Dengan iklim yang bersih dari korupsi, akan tercipta perputaran roda perekonomian yang cepat dan berbiaya rendah. Dengan iklim seperti itu, waktu pengurusan investasi akan cepat dan murah, pungutan liar yang dilakukan para pemegang otoritas akan hilang, dan berbagai hambatan dapat diminimalisasi. Di sisi lain, pendapatan pajak akan optimal sehingga pembangunan infrastruktur bisa lebih baik. Akhirnya, perputaran roda perekonomian akan berbentuk percepatan.

Wapres perlu menunjukkan sinyal positif terhadap pemberantasan korupsi dan KPK. Ini wujud tanggung jawab moral Kalla sebagai pemimpin dan pejabat publik. Statusnya sebagai penguasa-pengusaha diharapkan tak membuatnya abai terhadap tanggung jawab moral itu. Untuk itu, kepentingan politik dan ekonomi pribadi serta kelompok dikesampingkan. Langkah ini diperlukan, semata-mata demi kebaikan rakyat, bangsa, dan negara.

Toto Sugiarto, Peneliti pada Soegeng Sarjadi Syndicate.

Ijazah Palsu, Gubernur Palsu Ratu Atut Chosiyah, Profesor Beneran Jadi TKI



Oleh doddy poerbo


Ternyata bukan hanya buruh saja yang menjadi TKI, seorang Profesor juga termasuk mejadi TKI. Mungkin negara jiran kita itu adalah negara yang menarik untuk mendulang uang. Kalau negara Jiran itu adalah negeri yang menjadi sumber duit, seharusnya kita bertanya mengapa negeri kita menjadi tempat yang kering.


Belum lagi masalah ekonomi dan politik yang mengundang intrik diantara anak bangsa ini, becana alam susul menyusul harus dialami bangsa ini. Entah berapa besar harta benda yang hancur dalam sesaat, entah berapa banyak nyawa yang melayang, tangisan anak kecil sampai orang tua terdengar bagaikan sebuah paduan suara panjang yang tidak pernah berhenti.
Sementara banyak saudara kita berjuang mencari nafkah dinegeri orang, dinegeri sendiri banyak saudara kita yang berjuang menyelamatkan harta dan nyawanya.


Besok, lusa dan seterusnya, orang yang tak terkena musibah, orang yang tidak berjuang akan mengulas, membangun opini bahwa musibah itu akibat kutukan dari Allah SWT karena menurut pendapatnya negeri ini dipimpin oleh orang yang zolim. Bak seorang pahlawan, dia akan tunjuk hidung bahwa musibah gempa itu sebagai tanggung jawab SBY.


Secara kebetulan wilayah Indonesia berada pada lempengan patahan bumi, pergerakan lempengan tersebut akan menekan satu sama lain yang berakibat terjadinya gerakan tanah yang cukup keras dan menggoyangkan segala yang berada pada lapisan atas kulit bumi. Sebuah fenomena alam yang dikaitkan hal yang tidak rasional kadang dapat diterima oleh orang yang sesungguhnya mempunyai akal pikiran yang masih sehat.


Cepat atau lambat, pada akhirnya negeri ini akan ditinggalkan orang-orang yang mempunyai sifat pejuang kemandirian hidup selain karena bencana juga karena semakin banyak orang yang berpola pikir tidak rasional hingga negeri ini penuh intrik yang membuat orang tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi hidupnya.


Apakah ini sebuah tanda tanda kiamat ?. Mungkin saja demikian, bermula dari perginya bangsa ini untuk mencari nafkah dinegeri orang, terjadinya bencana alam yang memang kejadian alam murni atau akibat perbuatan manusia, terjadinya intrik yang berkempanjangan, kelakuan bangsa yang senang korupsi, bukan tidak mungkin akan menimbulkan ketidak puasan. Ketidak puasan tersebut akan memecah bangsa ini untuk berjuang dalam kelompok kelompok perjuangan dengan latar belakang kepentingan yang berbeda. NKRI yang dibangun oleh pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan darah pada akhirnya akan terpecah belah, kiamat bagi NKRI.


Semoga kiamat itu tidak menjadi kenyataan, bencana alam, intrik diantara anak bangsa mungkin sebuah peringatan dari Allah SWT agar bangsa ini mau mengkoreksi diri. Bencana akan menimbulkan rasa persaudaraan yang menghilangkan intrik diantara anak bangsa ini mudah2an akan menjadi kenyataan.


Mudah2an saja, kepergian anak bangsa ini menjadi TKI bukanlah tanda2 kiamat bagi NKRI tetapi sebuah gambaran bahwa anak bangsa ini dihargai oleh bangsa lain yang akan menyadarkan kita semua bahwa anak bangsa seharusnya dapat saling menghargai satu sama lain.

Istri yang Mengajak Berteman Selingkuhan Suaminya: Ratu Atut Chosiyah

Oleh Dwiki Setiyawan - 1 Oktober 2009 - Dibaca 2414 Kali -

USIANYA sudah di atas kepala empat. Berkulit kuning gading. Rambut masih hitam berombak tergerai sebahu. Berperawakan sedang dengan tinggi badan kurang lebih 160 centimeter.
Mencuri-curi pandang dan menatap sekilas garis-garis dan lekuk liku raut muka Nyonya HM ini (sengaja saya sembunyikan identitas aslinya) tidak disangsikan lagi bahwa ia masih memancarkan aura kecantikan luar biasa.
Tatapan matanya teduh cenderung sendu, namun menyejukkan relung kalbu bagi siapapun orang yang bertemu pandang dengannya. Langgam bicaranya mengalir begitu saja dan bening cemerlang bagaikan aliran anak sungai yang keluar dari celah-celah pegunungan. Tak pelak, Nyonya HM termasuk segelintir perempuan dengan pesona tersendiri. Apabila kita telah mengenal, berbincang-bincang dengannya tidak ada kamus bosan. Canda-canda segar masih tetap terselip, betapapun seriusnya sesuatu yang tengah diperbincangkan.

Suami Nyonya HM adalah mantan pejabat negara. Berinisial MS. Tuan MS ini berusia sama dengan umur republik ini. Ia pernah menjabat Kepala Kanwil sebuah departemen di beberapa provinsi semasa pemerintahan Orde Baru. Sebelum penugasan baru sebagai pejabat negara di Jakarta, Tuan MS pernah pula 2 (dua) periode menjabat Bupati/Kepala Daerah di sebuah kabupaten pesisir selatan Pulau Jawa.

Salah satu sifat dan perilaku Tuan MS sebagai suami Nyonya HM yang dikenal sejak muda dan memulai mengayuh biduk rumah tangga, adalah kesukaannya pada daun-daun muda yang segar dan “kinyis-kinyis”.

Pada suatu kesempatan, Nyonya MS bercerita pada saya tentang pasangan-pasangan selingkuh Tuan MS, semenjak lebih dari seperempat abad ia membina rumah tangga. Namun Nyonya MS dengan halus menolak membuka resep rahasianya, bagaimana ia dapat mengendus selingkuhan suaminya.

Sebagai laki-laki, saya paham benar bahwa setiap perempuan bersuami memiliki indra keenam tentang pasangan hidupnya. Serapat-rapatnya seorang suami menutupi ketidakjujuran pada istri, naluri dasar istri akan segera mendeteksi bahwa suaminya telah keluar dari janji-suci yang pernah terikrar.

Nyonya HM tidak memungkiri bahwa ia kecewa dan sakit hati oleh ketidakjujuran dan pengkhianatan suaminya. Ia mengatakan pula acap bertengkar hebat di awal-awal pernikahannya. Di masa-masa senjanya saat ini, kadang masih pula bertengkar untuk masalah yang sama, namun dengan nuansa berbeda. Ia menukas, sebuah konflik dalam rumah tangga adalah hal yang biasa, seraya mengatakan perlunya mengendapkan emosi pada saat puncak konflik rumah tangga terjadi.

Tidak pernah terbersit pada diri Nyonya HM mengakhiri mahligai perkawinan yang dengan susah payah dirajut penuh kesabaran dan pengorbanan, hanya lantaran skandal selingkuh suaminya. Baginya, masa depan anak-anak juga dirinya sendiri di atas segala-galanya. Ia punya kiat sendiri untuk menaklukkan hati selingkuhan suaminya –yang mungkin berbeda dan bertolakbelakang dengan kaum perempuan seperti dirinya.

Dengan cara yang telah teruji bertahun-tahun lamanya, selalu saja ada celah untuk mengendus selingkuhan suaminya. Dengan teknik tertentu, ia bisa memburu nomor kontak telepon atau kediaman ‘gula-gula” suaminya. Riak-riak kecil rumah tangga seperti saya ungkap di atas mengiringi kala si suami terdeteksi berselingkuh.

Alih-alih Nyonya HM melabrak dan mendamprat tatkala telah bertemu buruannya itu. Tidak terlintas sama sekali soal tersebut di langit pikirannya. Ia hanya ingin bertemu, dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Dari hati ke hati. Berdasarkan nalurinya sebagai seorang perempuan, sekaligus seorang ibu. Yang lebih kental ungkapan ekspresi perasaan ketimbang rasio semata. Tidak diceritakan detail bagaimana reaksi suami ketika soal dimaksud terungkap ke permukaan.

Menurut penuturannya, jika seorang istri dihadapan selingkuhan suaminya berperilaku dengan emosi membuncah, keras hati dan sikap permusuhan tinggi dikhawatirkan sang selingkuhan suaminya bertindak dua hal. Yang pertama kemungkinan ia akan mundur secara teratur; atau sebaliknya yang kedua ia akan mempertahankan mati-matian jalinan terlarang yang telah dibinanya itu. Hanya lantaran harga diri peselingkuh itu yang merasa terkoyak.

Makanya Nyonya HM tidak mau mengambil resiko tinggi. Ia melakukan komunikasi intensif seolah-olah “teman lama” selingkuhan suaminya itu. Dan faktanya, ia memang menawarkan diri sebagai teman, walau pada kenyataannya pertemanan itu berakhir tatkala badai rumah tangga reda dan selingkuhan suaminya menyesali dan memutus ikatan terlarang yang telah terbina itu.
Selama lebih seperempat abad, Nyonya HM menggunakan metode di atas untuk memutus rantai perselingkuhan suaminya. Metode manjur dan telah teruji disertai modifikasi-modifikasi tertentu dalam perjalanan sang waktu. Ia tidak menyesali usaha keras untuk tetap membentengi istana rumah tangga dari serbuan musuh yang bertubi-tubi menyerang tiba-tiba atau acapkali kasat mata. Cara yang ditempuhnya mungkin tidak lazim bagi kebanyakan perempuan. Namun ia bersyukur pada Sang Maha Pencinta, atas rahmat dan karunia sekalipun pada jalan berliku yang ditempuhnya selama ini. Untuk tetap menjaga mahligai rumah tangga, demi anak-anak tersayang dan suami yang dicintainya sepenuh hati.
*****

Presiden SBY Ikan Busuk dari Kepala, Lingkungan Korupsi Presiden SBY


Ratu Atut rupanya sangat memimpikan menjadi Menteri Sosialnya Presiden SBY pada periode Kedua beliau.
Hanya yang mengganjal adalah masalah ijazah SE dia dari Universitas Borobudur, sehingga Ibu Ani SBY merasa takut nama baik suaminya tercemar gara-gara Ratu Atut ini!

Selasa, 07 Juli 2009

Menguji Strategi Para Jenderal dengan Ijazah Palsu dari FE IPB Bogor


Edisi 54 (20-31 Mei 2009)

Jakarta, PAB-Indonesia

Majunya Prabowo Subianto sebagai wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarno Putri di Pilpres 2009, menggenapkan daftar para jenderal yang akan bersaing di Pilpres 2009. Sebelumnya, Wiranto telah lebih dahulu mendeklarasikan sebagai Wapres berpasangan dengan Jusuf Kalla maju ke arena Pilpres menghadapi incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga pensiunan jenderal.Hadirnya para mantan jenderal ini membuat peta politik di Pilpres semakin seru. Sebab pola yang dilakukan para pensiunan TNI dalam mendulang suara pemilih akan sama, yakni berdasarkan pengalaman mereka saat dinas di militer.

Sepertinya perang tidak jauh berbeda dengan pemilu. Perlu strategi yang matang untuk bisa mengungguli para pesaing dalam perolehan suara. Untuk itu para calon harus membentuk sebuah tim yang bertugas mencari kekuatan dan kelemahan calon dan lawan-lawannya. Setelah itu merancang strategi bagaimana caranya supaya jagonya meraih popularitas. Dalam urusan strategi, kalangan militer bisa dibilang sebagai ahlinya. Jangan heran bila tokoh-tokoh politik, terutama yang berlatar belakang tentara, banyak merekrut rekan-rekannya dari pensiunan militer untuk mengisi tim sukses atau tim kampanyenya.

Sebut saja Wiranto didukung mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, mantan Wakil Pangab Jenderal (Purn) Fachrul Razi, mantan Kasad Jenderal (Purn) Subagyo HS, mantan Kasal Laksamana Bernard Kent Sondakh, mantan Kapolri Jenderal (Pol) Chairul Ismail, serta Budi Santoso, Ary Mardjono, dan Abu Hartono. Sementara Prabowo sendiri di sokong beberapa koleganya di Kopassus. Misalnya Muchdi PR, mantan Danjen Kopassus yang juga mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen Muchdi PR. Muchdi yang pernah ditahan polisi karena diduga terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, kendaraan politik Prabowo. Adapun SBY yang mencalonkan diri kembali di Pilpres 2009 dan berpasangan dengan Boediono, tentu saja punya sederet nama mantan petinggi militer di belakangnya.

Baik yang dulu pernah ikut membantu pemenangan Pilpres 2004 maupun rekrutan baru yang akan membantunya menghadapi pilpres mendatang. Masuknya kalangan militer ke jajaran tim sukses salah satu calon yang juga berasal dari militer karena adanya hubungan emosional. Sedangkan maraknya para pensiunan jenderal atau militer yang maju ke ajang pilpres, merupakan gejala mesianisme. Para pensiunan jenderal ini merasa yakin bisa menyelesaikan masalah bangsa. Sehingga mereka berusaha tampil untuk mengatasi beragam masalah yang saat ini sedang dihadapi bangsa. Lantas bagaimana peluangnya? Masing-masing tentu punya peluang yang sama. Dan dari sasaran pemilih mereka juga punya segmen yang berbeda. Misalnya Wiranto yang berupaya meraih dukungan dari kalangan keluarga besar TNI dan massa pendukung Golkar. Saat ini sejumlah posko Hanura berdiri di sejumlah kompleks perumahan prajurit TNI. Padahal pada 2004, posko-posko itu digunakan untuk penggalangan massa partai Demokrat kendaraan politik SBY.

Beralihnya sejumlah posko di sejumlah kompleks militer menandakan pergeseran dukungan sebagian keluarga besar TNI terhadap SBY. Kondisi serupa diperkirakan akan terjadi di kantong-kantong massa Golkar. Untuk merebut massa pendukung Golkar, bagi Wiranto bukan langkah sulit. Sebab bagaimanapun juga ia pernah memenangkan konvensi penjaringan capres dari Golkar 2004 silam.Sedangkan Prabowo dalam mencari massa pemilih cenderung memanfaatkan jaringan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang ia pimpin. Para petani dan nelayan diharapkan menjadi kantong-kantong suara bagi Prabowo. Kalau Prabowo serius dalam implementasinya.

Perolehan suara Partai Gerindra dari kalangan petani dan nelayan akan sangat signifikan.Calon presiden dari Partai Demokrat SBY telah menetapkan tiga macam strategi untuk memenangkan pemilihan Presiden pada 5 Juli mendatang. Strategi yang dilakukan SBY adalah melakukan kampanye terbuka, penggalangan dan pembinaan, serta mobilisasi dukungan, opini dan kontra opini. Menurut SBY, ketiga strategi tersebut akan dilaksanakan secara simultan.SBY juga menghimbau kepada segenap anggota tim suksesnya, untuk melaksanakan tujuh langkah guna memenangkan pemilihan Presiden.

Ketujuh langkah itu adalah berpegang teguh kepada tujuan. “Sebanyak mungkin rakyat Indonesia memberikan pilihannya kepada kita,” tegas dia.Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga aklan melaksanakan politik yang bersih, cerdas, dan damai. Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan dengan memenuhi segala aturan hukum yang telah ditetapkan. Langkah ketiga, kata dia, mengembangkan cara-cara kampanye dan semua upaya pemenangan pemilihan presiden dan wakil presiden secara baik dan efektif.Susilo menjelaskan, langkah keempat yakni melakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergi dengan semua pihak yang turut berjuang dalam memenangkan pemilihan presiden.

Langkah kelima yang harus diambil yaitu melakukan langkah-langkah teknis untuk mengantisipasi kecurangan dalam pemilihan dan segala hal yang mengganggu perolehan suara Susilo dan Kalla. “Jangan sampai demokrasi kita dikotori oleh kecurangan-kecurangan,” kata SBY.Dia menjelaskan, dalam mengantisipasi perkembangan situasi yang akan berjalan sangat dinamis menjelang hari pemilihan, pihaknya harus mengambil sikap dan tindakan secara antisipatif dan responsif. Langkah terakhir, sambung dia, berusaha mengumpulkan dana kampanye secara bersih dan sah dari sumber-sumber yang bersih dan sah. “Hindari manipulasi penggunaan dana,” ujar Susilo.

Sementara Wiranto mengatakan, kalau berbicara melawan incumbent, maka tentunya mereka akan mengeluarkan segala-galanya. "Rasanya sulit dikalahkan, tapi kan ada juga incumbent yang kalah seperti Pilkada," kata Wiranto.Dia menjelaskan, untuk menarik rakyat, maka strategi yang dilakukan yakni mengambil hati rakyat, dengan menjadi pemimpin yang memberikan kebutuhan rakyat tanpa rakyat meminta-minta. "Yang jelas strategi juga harus situasional, yang jelas kami memiliki," tambahnya.Wiranto juga mengingatkan segenap kader dan caleg partainya untuk menerapkan strategi 4D untuk bersaing dalam pemilu, yakni membuat Hanura dikenal, difahami, dipercaya, dan dipilih masyarakat."Agar dikenal, Hanura harus memasang berbagai atribut partai di tempat-tempat umum sehingga masyarakat mengetahui partai ini," katanya.

Tidak cukup dengan mengenalkan saja, Wiranto melanjutkan, setiap kader juga harus mampu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu Hanura. Untuk itu setiap kader atau caleg harus turun ke lapangan melakukan sosialisasi dan jika perlu dengan pola "door to door" (pintu ke pintu). Setelah masyarakat memahami partai dengan nomor urut 1 di Pemilu itu, menurut Wiranto, hal itu masih belum cukup dan harus diikuti dengan "D" berikutnya, yakni dipercaya masyarakat."Hanura harus bisa dipercaya dan buktikan anda mampu menjaga amanah rakyat. Jika semua telah dilalui, silahkan tidur karena rakyat pasti akan memilih Hanura di Pemilu nanti," ujarnya.

Pada bagian lain, Wiranto menyatakan kebanggaannya bahwa dalam waktu singkat yakni dua tahun saja, Hanura sudah mampu melebarkan sayap organisasinya hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di seluruh Indonesia.Menurut mantan Panglima ABRI itu, partainya didirikan bukan karena latah, ikut-ikutan atau pun sekedar mengantarkan Wiranto sebagai Capres. "Hanura didirikan karena adanya keprihatinan atas ketidak beresan dalam pengelolaan negara yang sesungguhnya kaya. Setelah puluhan tahun merdeka, ternyata bangsa ini masih belum bisa bangkit dari kemiskinan dan kebodohannya," ujarnya.**

Pakar: Lembaga Survei Tidak Akurat, Pensiun Saja


Selasa, 07 Juli 2009 (17:20 wib)Jakarta, PAB-OnlinePakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Effendi Gazali mengatakan, lembaga-lembaga survei yang hasil surveinya berselisih lebih besar dari 2,3 persen dibandingkan hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum sebaiknya "pensiun".

"Jika berbeda lebih dari batas yang ditentukan, seharusnya mereka malu. Jadi, siap-siap menguburkan lembaga survei besok. Bakal banyak pemakaman," ujar Effendi sambil tersenyum, Selasa (07/07) di Jakarta.

Saat ini, kata dia, banyak lembaga-lembaga survei yang merilis hasil survei yang sangat berbeda satu sama lainnya. Namun, sulit dibedakan mana hasil survei pesanan dan independen.

Ia menambahkan, saat ini jumlah swing voters atau pemilih yang belum memutuskan pilihannya mencapai 36,6 persen. Malam ini merupakan puncak dari migrasi politik karena mereka akan segera menjatuhkan pilihannya sebelum menggunakan hak suara keesokan paginya.(Kps/Ind)

Tiga Orang dari Pegawai Ratu Atut Terus Menawari Marissa Haque Kompensasi Damai Namun Ditolak

Jum'at, 04 April 2008 05:01

Chosiyah Ratu Atut-Marissa Haque -KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Perseteruan Marissa Haque dengan Gubernur Banten, Ratu Atut terus berlanjut. Marissa mengakui, ia pernah didatangi 3 orang staf Atut untuk mengajaknya berdamai. Atut menawari Marissa sebuah hadiah jika bersedia berdamai.

"Dari awal aku tidak ingin berkonflik, sejak awal saya melaporkan Atut sebagai warga negara Indonesia yang mengetahui pidana Pemilu ijazah palsu, namun Ratu Atut melaporkan kasus ini secara perdata, dan dilindungi Presiden SBY dan Wapres JK" tegas Marissa, Kamis (3/4), melalui ponselnya. a menambahkan, ia punya bukti bahwa Ratu Atut bersalah dalam perkara ijazah palsu.

Pasalnya, dalam beberapa kesempatan Atut mengakui, bahwa ia mengikuti kuliah sarjana lewat program ekstensi. Ia menjalankan kuliah dengan sistem paket. Namun, ijazah yang didaftarkan oleh Atut adalah bukan ijazah, melainkan transkrip nilai.

"Atut tidak punya ijazah SE saat mendaftar Pilkada Banten. Dan, transkrip nilai D3 bodong karena sudah DROP OUT dari sejak tahun pertama D3 di STIE YPKP Bandung, Jawa Barat," terang Marissa.

Marissa berharap, Atut mau sadar diri dan mengakui bersalah. Pasalnya, masyarakat Banten sudah mengetahui soal dirinya. Apalagi Atut terbukti menyalahgunakan jabatannya untuk membendung fitnah. "Aku sudah 'jihad' dalam masalah ini. Mudah-mudahan kebenaran ada di pihak aku," terang Marissa. (kpl/iin/bun)

Rieke "Oneng" Pitaloka Duta Pos Jabar




Selasa, 27 Januari 2009 15:38 WIB Hiburan Dibaca 98 kali


Bandung, (ANTARA News) - Artis Rieke "Oneng" Diah Pitaloka dipilih menjadi "Duta Pos" Wilayah V Jawa Barat untuk mensosialisasikan gerakan "Ayo ke Pos" di wilayah Jawa Barat. "Rieke Pitaloka terpilih menjadi Duta Pos wilayah Jawa Barat, ia mempunyai kecintaan kepada Pos. Diharapkan kehadirannya bisa memotivasi masyarakat untuk banyak menggunakan jasa layanan Pos," kata Kepala Humas Kantor Pos Besar Bandung, Suyud Suhendar di Bandung, Selasa.
Menurut Suyud, selain Rieke, banyak beberapa selebritis dan ikon masyarkat lainnya yang dinominasikan menjadi Duta Pos di wilayah Jawa Barat. Termasuk artis Marissa Haque dan Gubernur penyanyi Ratu Atut Chosiyah. Namun kecintaan Rieke terhadap barang-barang dan layanan Pos menjadi salah satu penilaian tersendiri terhadap artis kelahiran Kabupaten Garut itu. Rencananya pengukuhan isteri dari Dony Gahral menjadi ikon dan "Duta Pos" wilayah Jawa Barat itu akan dilakukan awal Februari 2009 mendatang.

Sementara itu Rieke "Oneng" Pitaloka mengaku senang dengan terpilihnya menjadi ikon Pos di wilayah Jawa Barat. Ia menyebutkan hal ini tidak ada kaitan dengan sebagai calon legislatif."Sejak masuk sekolah SMP suka kirim surat pake Pos. Saya juga menabung di Tabanas lewat Kantor Pos juga," kata Rieke.

Oneng mengajak masyarakat untuk menggunakan jasa layanan Kantor Pos yang saat ini semakin lengkap dan bervariasi. Ia mengaku selalu menggunakan fasilitas layanan Pos untuk surat menyurat. Selain itu, ternyata Rieke merupakan pecinta filateli atau benda-benda Pos. Koleksi filateli yang dikumpulkannya, kata Rieke cukup komplit. Memburu perangko merupakan salah satu hobinya di sela-sela kesibukannya sebagai artis dan aktivis politik.(*)

COPYRIGHT © 2009

Ramalan Mengerikan: 2010 Perang Dunia Ke 3 Meletus, Eropa Musnah


Thu, 18/06/2009 - 03:33




Boleh percaya boleh tidak tapi ramalan ini sunggung mengerikan. Seorang peramal asal Bulgaria, yang disetarakan dengan Nostradamus atau peramal terkenal Valdes, mengatakan, perang dunia ke 3 akan meletus pada November 2010.

Diawali dengan perang antara Negara tetangga yang berkembang menjadi besar dan melibatkan banyak Negara, serta terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Peran ini akan berlangsung empat tahun, hingga 2014.

Akibatnya sungguh mengerikan, perang ini menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi Utara, khususnya Eropa yang penduduknya nyaris musnah. Benua eropa diramalkan hanya didiami hanya sedikit orang karena banyak yang musnah karena perang.

Perang Dunia kali ini tidak seperti perang dunia I dan II, kali ini kecanggihan teknologi persenjataan, nuklir, kimia, dll, ikut berperan menghancurkan semua, bukan hanya pasukan yang terlibat perang tapi juga masyarakat yang tak berdosa. Setelah perang, hampir sebagian besar penduduk dunia akan mengalami penyakit kanker kulit dan penyakit kulit lainnya akibat senjata kimia dan nuklir.
Lebih jauh tentang ramalan itu ikuti ulasan ini. Tidak banyak orang percaya pada ramalan namun kepercayaan itu biasanya baru akan muncul ketika apa yang diramalkan mulai menunjukkan kebenaran atau menjadi kenyataan. Seperti halnya Vanga yang memiliki nama asli Vangelia Gushterova, seorang peramal asal Bulgaria.

Pada awal kemunculannya, tak banyak orang percaya prediksinya tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa depan. Namun seiring waktu ketika prediksinya itu mulai menjadi kenyataan, orang pun mulai berpaling padanya. Mulai mengingat-ingat apa yg pernah dikatakannya dulu. Banyak ramalan-ramalan Vanga tentang peristiwa-peristiwa besar yang mengguncang dunia, pada akhirnya menjadi kenyataan.

Vanga telah meninggal sejak 1996. Namun ramalan-ramalannya tentang masa depan dunia kini dicermati semua orang. Setelah sejumlah ramalan terdahulu menjadi kenyataan. Sebut saja, prediksinya tentang serangan teroris pada Amerika pada 9 September 2001 atau dikenal dgn 9/11. Ketika itu dia mengatakan Amerika akan ‘jatuh' oleh serangan burung baja. Dan itu menjadi kenyataan di mana pusat kebanggan Amerika, World Trade Center, ditabrak oleh pesawat yg dibajak teroris.

Dia juga pernah meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-II, juga tentang perestroika yang menjadikan ‘ wajah' Rusia berbeda, serta kematian Putri Diana. Atau tenggelamnya kapal selam Kursk di Laut Barents yang berhubungan dengan konflik bersenjata di South Ossetia. Ramalan tentang tenggelamnya kapal selam nuklir kebanggaan Rusia, Kursk, ini diungkapkannya pada 1980. Ia mengatakan," pada pada agustus antara tahun 1999 atau 2000, Kursk akan diliputi air dan dunia akan menangisinya". Ternyata terbukti, tahun 2000 kapal selam nuklir itu tenggelam.


PERANG DUNIA KE-III

Namun yang menggegerkan Vanga meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-3 tahun 2010. Berdasarkan terawangnya, Perang Dunia ke-3 itu terjadi karena konflik akibat percobaan pembunuhan terhadap kepala Negara, yakni Ukraina, Estopnia, Lituania dan Polandia yang bagian ke Georgia. Perang Dunia meletus setelah konflik yang terjadi di Hindustan (India).
Awalnya, perang tersebut hanya perang local antar Negara tetangga yang dimulai pada November 2010. Lalu perang itu merembet melibatkan banyak Negara, terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Perang Dunia ke III ini akan selesai menjelang Oktober 2014.
Berikut ini cuplikan ramalannya yang mengerikan:

2011: akibat perang, hujan radioaktif akan menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi Utara. Kebanyakan orang-orang Eropa akan musnah dan menghadapi ancaman dari Muslim yang akan mempergunakan senjata kimia untuk menghabisi mereka.
2014: Akibat mengerikan diterima penduduk dunia akibat serangan senjata kimia dan nuklir selama perang. Di mana sebagian besar penduduk dunia akan menderita kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.

2016: Penduduk Eropa hingga sedikit, nyaris benua itu tidak didiami.
2018: Cina akan tampil sebagai Negara superpower baru, yang memiliki kekuasaan besar di dunia. Yang tadinya eksploiters akan menjadi yang diekploitasi.


2023: Orbit tanah akan berganti


2025: Penduduk eropa masih sangat jarang. Vanga lahir 1911 dengan nama Vangelia Pandeva Dimitrova, setelah menikah namanya menjadi Vangelia Gushterova. Ia berasal dari Bulgaria dan buta sejak usia 12 tahun. Vanga banyak menghabiskan hidupnya di area Rupite di Kozhuh Mountains, Bulgaria. Ia diduga buta huruf dan tidak menulis apapun ramalannya. Ramalan-ramalannya hanya diucapkan dan orang merekamnya. Kadang ada kesulitan, karena ucapannya kadang bercampur dialeg Bulgaria yang sulit dimengerti.

Ia mengatakan, kemampuannya melihat masa depan karena bantuan makhluk gaib yang mendampinginya dan membisikkan padanya tentang apa yang akan terjadi. Tapi Vanga tidak bisa menjelaskan dari mana makhluk gaib itu berasal. Makluk gaib itulah yang memberinya informasi tentang orang atau apapun yang akan terjadi atau telah terjadi.

Kini ramalan-ramalan Vanga menjadi objek penelitian Institut Bulgaria. Sebanyak 7000 ramalannya kini tengah diteliti. Dari penelitian tersebut, dikatakan bahwa 80 persen dari ramalannya akurat. Sesaat sebelum kematiannya, Vanga , meramalkan, bumi akan dilanda keresahan dan ketidak seimbangan, serta sejumlah makluk luar angka (alien) yang sebenarnya telah bertahun-tahun hidup di bumi.***

disarikan dari berbagai sumber

Dengan mengalahkan Hillary Clinton, artis yang kini sibuk dengan dunia DPR menjadi politisi tercantik dan terseksi di dunia










Dengan mengalahkan Hillary Clinton, artis yang kini sibuk dengan dunia DPR menjadi politisi tercantik dan terseksi di dunia. “Mungkin mereka melihat dari bibir saya yang seksi,” kata Anggie.

Adalah koran Spanyol, 20 Minutos yang menyematkan gelar tersebut pada Angie. Dari 54 politisi yang dipilih sebagai politisi tercantik dan terseksi di dunia, Angie duduk di urutan ke-27. Ia mengalahkan Menlu Amerika Serikat yang hanya berada di urutan ke-34.

“Dari awal saya nggak tahu, ini mungkin rezeki bayi ya. Di awal tahun saya sudah jadi anggota DPR, sekarang di pertengahannya ada gelar politisi tercantik dan terseksi di dunia,” ujar Angie sumringah saat ditemui di kantornya di Gedung DPR, Senayan, Selasa (7/7/2009).

Anggi mengetahui hal tersebut dari ibu mertuanya, ia kaget dan langsung memberi tahu Adji Massaid. “mas adji bersyukur dan bertanya apa tidak ada politisi tertampan,” tutur anggie sambil tertawa.

Oleh-oleh Khofifah Indar Parawansa Berlebaran di Taiwan









19 Oktober 2007 by admin Jakarta (GP-Ansor): Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa berkesempatan merayakan Hari Raya Idul Fitri di Taiwan, negara tempat muslim menjadi sangat minoritas. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan RI itu menuliskan pengalamannya untuk Duta Masyarakat.

Berikut ini laporannya.Pada tanggal 13 Oktober, pukul 23.40 malam, saya berangkat ke Taipei, Taiwan, dengan menggunakan pesawat Eva Air dari Bandara Surabaya. Pukul 05.45 pagi mendarat di Taipei dan langsung menuju ke lapangan Taan, tempat digelarnya Halal Bil Halal yang diselenggarakan oleh Majlis Ta’lim Yasin yang dikomandani para Tenaga Kerja Indonesia/Tenaga Kerja Wanita (TKI/TKW) dan para mahasiswa asal Indonesia.

Hadir pada acara tersebut Ketua Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Fery Yahya, Wakil Ketua KDEI Bapak Amsir Ramali Bandaro dan para staf KDEI. Dari Chinese Muslim Association (CMA) hadir Ketua Ali Ma Ju-Hu, Imam Masjid Besar Taipei Salahuddin MA, Pimpinan Taipei Grand Mosque, serta sekitar 10 ribu warga Indonesia di Taipei dan sekitarnya.

Terimakasih Rieke dari Ngarto








Ngarto Februana
14 Desember 2007 pukul 14:27

Mbak Rieke, terima kasih atas ulasan Anda tentang novel saya. Ulasan Anda cukup cermat. Soal nama Februana di sampul buku, itu usulan penerbit. Kata penerbitnya nama Ngarto nggak menjual. Jadi, cuma dicantumkan Februana. Anak saya yang masih kelas III SD sempat protes, "Kok, nama Bapak cuma Februana? Memang nama Ngarto itu gak bagus ya?"Pulung gantung, seperti ditulis oleh Darmaningtyas, sampai saat ini pun masih dipercaya oleh masyarakat Gunung Kidul. Saya juga mendengar cerita-cerita sebelum gempa meluluhlantakkan Yogya bagian selatan, bahwa ada pulung gantung meluncur di atas langit Gunung Kidul. Sebuah isyarat alam tentang akan datangnya bencana.Ahmad Tohari, dalam novelnya trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, juga menggambarkan fenomena alam berupa lintang kemukus dini hari sebagai firasat yang diberikan alam akan datangnya malapetaka. Sekali lagi, terima kasih atas tanggapan Anda.
Salam

Ngarto Februana

Pencopotan Kajati Banten dalam Kasus Prita


Kompas Cyber Media tertanggal 12 Juni 2009, bahwa Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Dondy K Sudirman dicopot dari jabatannya. Dan layaknya gaya sisa rezim Orde Baru yang sangat represif dan otoritatif – seperti biasa pihak Kejaksaan Agung membantah perhal terkait isu dicopotnya Dondy terkait kasus Prita seorang ibu rumah tangga yang menyebar ketidakpuasan atas layanan RS Omni melalui surat elektronik (email).

Argument dari Kejaksaan Agung dinyatakan bahwa hal mutasi semacam itu merupakan hal umum yang besifat biasa serta sama sekali tidak terkait dengan kasus penanganan Prita Mulyasari oleh kejaksaan. Hhhmmm… Sementara menurut hipotesa saya justru sebaiknya! Kelihatannya insya Allah Kang Pepih setuju dengan dugaan sementara saya bahwa dicopotnya Kejati Banten pak Dondy itu justru karena ‘diduga’ dianggap memiliki ‘andil’ pendzoliman atas Prita Mulyasari oleh kejaksaan sehingga terpaksa harus meringkuk di tahanan!

Ketika dinayatakan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan bahwa mutasi tersebut diatas dianggap biasa seperti yang juga sering terjadi pada jaksa-jaksa lain dari institusi hukum ini, justru kecurigaan masyarakat termasuk saya didalamnya semakin meningkat. Bahwa telah terjadi ‘dugaan’ money politics terkait dengan masih sangatnya ‘dugaan’ MAFIA PERADILAN yang melakukan praktek tersebut dari seluruh jajaran institusi hukum terkait dinegeri ini… sampai hari ini! Pak Kejati Dondy kini menjadi staf ahli Jaksa Agung, sementara posisi Kajati Banten yang ditinggalkannya lalu sekarang ini diisi oleh Abdul Wahab Hasibuan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Sumatera Selatan.

Terkait dengan RS Omni Internasional tersebut sendiri, Jaksa Agung Muda Pengawasan Hamzah Tadja menyatakan, bahwa RS Omni insya Allah kemungkinan besar akan diperiksa terkait kasus Prita itu. Saya pribadi sebagai pengamat hukum cukup aktif dinegeri ini, berharap bahwa kita semua mampu menjadi watch-dog terhadap pemeriksaan Kejakssan Tinggi Banten terkait dengan kasus Prita. Karena tidak tertutup kemungkinan bahwa rencana menuntut RS Omni hanya ‘hangat-hangat tahi ayam’ seperti yang sudah-sudah!
Karena sejelasnya didalam pasal pidana tersebut dinyatakan: “… barang siapa…” Yang artinya dapat menjerat pribadi maupun institusi, siapapun dia tanpa terkecuali – dalam bentuk/wujud/entitas/entity/thing tertentu itu. Karena kebebasan berekspresi bukan bermakna tanpa bingkai hukum. Disukai atau tidak, disetujui atau tidak, Indonesia tetap adalah Negara Hukum yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 3 UUD 45. Sehingga walau sampai kini ‘diduga’ masih dipenuhi oleh praktek mafia peradilan, dan para pelaku penjujur keadilan dinegeri ini masih melakukan Espirit de Corps (saling melindungi pelaku kejahatan/delik pidana birokrasi dalam institusi tertentu), namun hukum harus tetap kita junjung tinggi.

Fereat Mundus!

Golkar dalam Nurul Arifin, Ratu Atut


30 November 2007 - 11:45 WIB

Golkar dalam Nurul Arifin, Ratu Atut
Konon orang-orang Gunungkidul melihat pulung gantung beberapa hari sebelum bencana gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Yogyakarta. Sebentuk sasmita alam dalam wujud bola cahaya sebesar batok kepala berwarna biru kemerahan melayang-layang di angkasa. Sejak lama orang-orang Gunungkidul percaya pulung gantung sebagai pertanda musibah maha-dahsyat bakal tiba. Percaya atau tidak, banyak yang mati gantung diri setelah menyaksikan firasat gaib itu. Sejumlah penelitian perihal kecenderungan bunuh diri di Gunungkidul kerap dihubungkaitkan dengan mitos pulung gantung. Mereka memilih mati lebih dulu, sebelum petaka itu datang, toh nanti juga bakal mati.

Begitulah jalan aman yang ditempuh ayah Tini seperti dikisahkan novel Harga Seorang Wanita (2006) yang saya baca beberapa bulan lalu. Suatu malam, ayah Tini melihat pulung gantung meluncur dari langit dan jatuh di atap rumahnya. Esok pagi orang-orang Desa Wiloso menemukan mayat lelaki itu menggantung di dahan pohon jati, tak jauh dari rumahnya. Tak lama berselang, bala yang mereka takutkan sunggguh-sungguh tiba: Desa Wiloso terancam kelaparan. Panen gagal, wabah busung lapar berjangkit, kemarau berkepanjangan, sawah ladang retak-rengkah, sapi dan kambing kurus kering karena rumput sukar didapat. Orang-orang terpaksa makan tiwul. Tapi, bagi Simbok, itu bukan salah pulung gantung, bukan pula salah alam Gunungkidul yang tak ramah, melainkan sudah pepesthen, kepastian yang tak bisa dielakkan. Miskin, lapar, makan tiwul, dan bunuh diri adalah takdir. Menjanda setelah kematian suami juga takdir.

Di saat para pengarang kita sibuk membungkus cerita dengan aneka kemasan yang mengkilat, kinclong, sedap dipandang mata (tapi abai isi), pengarang buku itu justru mencibirkan segala macam permainan bentuk yang mengasyikkan itu. Ia justru menukik di kedalaman sumur kemelaratan di dusun-dusun Gunungkidul. Tengoklah peruntungan Simbok! Tersebab miskin, suaminya nekat gantung diri (meski dengan dalih pulung gantung). Karena miskin, Simbok jadi gundik pamong desa (Wirono), jadi babu dan pemuas berahi Bendoro. Wajah ayunya jadi bopeng, remuk tak berbentuk. Disiram air panas oleh Raden Sunartijah (istri Bendoro) saat tertangkap basah sedang mengeroki Bendoro.

Namun, pulung gantung tak pernah enyah dari hidup Simbok. Lagi-lagi bola cahaya biru kemerahan itu meluncur dari langit, jatuh di atap usang rumah gedeknya. Kali ini firasat perihal bala yang bakal menimpa Tini, anak perempuan satu-satunya. Simbok gelisah sejak Tini mohon izin untuk bekerja di Yogya. Dalam terawang batin Simbok, pesakitan Tini tinggal menunggu hari. Cepat atau lambat kembang desa Wiloso itu bakal ditimpa nestapa sebagaimana disasmitakan pulung gantung. Pelan-pelan terkuak juga rasa penasaran Simbok perihal Tini yang tiba-tiba ingin meninggalkan Gunungkidul. Benar! Ternyata niat merantau bukan kemauan Tini. Perempuan beranak satu itu tergadai pada Parman, juragan panti pijat di kawasan Gedongkuning. Ini ulah Jono, suami Tini. Jono harus menebus sepetak ladang yang tergadai. Bila tidak lekas ditebus, ladang akan berpindah tangan. Parman tak keberatan meminjamkan uang 10 juta rupiah, dengan syarat Tini harus bekerja di Griya Pijat Nikmat selama 5 tahun. Apa boleh buat, bagi Tini, ketergadaian tubuh dan dirinya itu mungkin sudah suratan, sebagaimana takdir Jono yang harus rela istrinya jadi sundal.

Sejak itu Tini bukan gadis desa yang lugu dan pemalu lagi. Ia berubah jadi perempuan pemberani. Tak gamang lagi bila berhadapan dengan laki-laki. Tini makin telaten memijat, makin piawai memuaskan hasrat menggebubung para lelaki hidung belang. Pelajaran pertama Tini di panti pijat itu adalah merelakan tubuhnya diperkosa Parman. Perempuan paling ayu di Desa Wiloso itu sama sekali tidak memberikan perlawanan saat tangan kasar Parman menerkam pinggang langsingnya.Untuk apa? Lambat laun tetap saja akan diperkosa. Jadi, dibiarkannya Parman melunaskan dendam masa lalu. Sebelum dipersunting Jono, Parman pernah datang ke Wiloso. Ia hendak memperistri Tini, tapi perempuan itu dalam genggaman Jono.

Berapakah takaran "harga" perempuan yang ditawarkan novel itu? Menimbang kebejatan Wirono, Bendoro, Jono, Parman, atau Andi yang meski berkenan menyelamatkan Tini (tapi menolak komitmen pernikahan), "jangan-jangan" tidak ada takaran harga bagi perempuan. Harga Simbok dan Tini hanya tergantung bagaimana para lelaki memperlakukannya. Seamsal barang rongsokan, tergantung bagaimana pengguna mengukur manfaatnya. Tak ada takaran harga pasti. Agaknya, di sinilah pentingnya realitas keterpurukan Simbok, Tini, dan Murti (anak perempuan Tini dari perkawinannya dengan Jono) yang digambarkan pengarang dengan cara bertutur bersahaja. Nestapa Tini seperti mendaur ulang luka lama Simbok. Bedanya, Tini bukan perempuan yang nrimo. Baginya, ketertindasan itu bukan karena pulung gantung (Tini bahkan tak percaya mitos konyol itu), bukan pula karena suratan takdir, melainkan karena ulah laki-laki. Maka, ia harus melawan, meski akhirnya tetap kalah (dikalahkan?). Puncak kemurkaan Tini terjadi pada sebuah malam jahanam saat ia menikamkan belati ke perut Jono, persis saat suaminya itu sedang berhimpitan dengan Suti, ronggeng dari Karangnongko. Alih-alih menebus gadaian pada Parman, Jono malah berniat menikah lagi dengan Suti. Digondolnya tabungan Tini selama bekerja hampir 5 tahun sebagai pemijat plus. Alhasil, Jono mati bersimbah darah di tangan istrinya sendiri, Tini meringkuk di penjara. Kalah jadi abu, menang jadi arang. Tak lama kemudian Simbok bunuh diri setelah melihat pulung gantung untuk ke sekian kalinya.

Nama pengarang buku itu sesungguhnya Ngarto Februana, tapi yang tertera di sampulnya hanya Februana (seakan-akan nama perempuan). Seolah-olah kata Ngarto terlalu ndeso dan kolot. Padahal realitas yang hendak digambar Ngarto memang ndeso, melarat, dan kampungan, bukan dunia teenlit, metropop yang banyak digandrungi akhir-akhir ini. Barangkali tema-tema seputar kemiskinan, kemelaratan, dan ketertindasan memang sedang "miring" harganya. Jadi, perlu dikemas sedemikian rupa agar laris di pasaran.... (*)

Ratu Atut CHosiyah Gubernur Tertolol Indonesia: Rizal Malarangeng

01/06/08 12:56 PM:


TERPOPULER MINGGU INI tutup

Senin, 12 Maret 2007 20:06
Gugatan Terhadap Ratu Atut Mulai Disidangkan Kapanlagi.com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta, Senin, mulai menyidangkan gugatan Marissa Haque terhadap Keputusan Presiden yang mengangkat Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten terpilih. Sidang perdana itu digelar untuk memeriksa kelengkapan berkas perkara yang diajukan oleh pemohon. Kuasa hukum Marissa, Bonaran Situmeang, dalam gugatannya menyatakan Keppres No.74/P/2006 tentang pengangkatan Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten terpilih harus dinyatakan cacat hukum karena Ratu Atut melakukan pelanggaran saat pelaksanaan Pilkada.

Dasar dikeluarkannya Keppres itu, menurut Bonaran, karena adanya keputusan KPUD No 25/KP-KPUD/2006 tertanggal 6 Desember 2006 tentang pengesahan Ratu Atut sebagai Gubernur Banten terpilih. Padahal, lanjut dia, Ratu Atut saat mengikuti Pilkada melakukan pelanggaran, dengan tidak mengindahkan pasal 38 ayat 1 huruf p PP No 6 Tahun 2005, yang mengatur bahwa setiap pejabat yang mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada harus terlebih dahulu mengundurkan diri. “Dengan adanya pelanggaran itu, maka KPUD juga melanggar hukum karena tetap mengeluarkan keputusan yang mengesahkan Ratu Atut. Karena KPUD melanggar hukum, maka konsekuensinya Keppres itu cacat hukum,” tutur Bonaran.

Selain menyalahi PP No 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil daerah, ia menambahkan, Ratu Atut juga melanggar pasal 58 UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang secara tegas menyatakan peserta Pilkada harus bukan pejabat daerah yang sedang menjabat. Pada sidang perdana itu, selain memeriksa kelengkapan berkas, majelis hakim juga memberi saran-saran perbaikan permohonan kepada pemohon. Sidang dilanjutkan pada Senin, 26 Maret 2007, untuk menyerahkan perbaikan permohonan.

Sebelum mengajukan gugatan Keppres pengangkatan Ratu Atut ke PTUN, Marissa telah menempuh upaya hukum menggugat KPUD Banten di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten. Namun, pada Februari 2006 gugatan mantan calon wakil Gubernur Banten itu ditolak oleh PN Serang dengan alasan kewenangan mengadili sengketa pilkada berada di Mahkamah Agung (MA). PN Serang juga beralasan, karena KPUD merupakan lembaga yang bertanggungjawab kepada negara, maka keberatan atas produk hukum yang dikeluarkan oleh komisi itu harus dilayangkan ke PTUN. (*/rsd)

Pilpres Diboikot, Indonesia Bisa Mengalami Krisis: Kekhawatiran Ratu Atut

http://panwassidoarjo.blogspot.com/21 April, 2009
Aprizal Rahmatullah - detik

Pemilu Wacana boikot pilpres yang dicetuskan kelompok Teuku Umar dinilai berbahaya.

Jika pilpres diboikot, bukan tidak mungkin bangsa ini akan mengarah pada kondisi krisis. "Saya rasa itu sesuatu yang harus dicermati secara hati-hati dan mendalam. Jangan sampai kita membawa bangsa ini ke arah krisis," ujar Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza mahendra usai mengikuti Musyawarah Dewan Partai Bulan Bintang di Hotel Grand Cempaka, Jl Soeprapto, Jakarta, Senin (20/4/2009).
Yusril menjelaskan, sikap memboikot pilpres bukanlah hal yang dewasa. Segala masalah yang tersisa dari pileg justru harus kita sikapi seperti seorang negarawan."Dalam situasi yang sulit seperti ini dan ke depan akan bertambah sulit, fokus pikiran kita adalah bagaimana menyelamatkan bangsa," imbuhnya.

Menurut guru besar Hukum Tata Negara FH UI ini, sangat berbahaya jika pada pilpres nanti hanya calon incumbent yang maju sendiri. Kondisi tersebut tentu menyebabkan tahapan pilpres tidak bisa dilanjutkan.
"Kalau pada 20 Oktober nanti tidak ada presiden yang baru maka negara ini dalam keadaan darurat," pungkasnya.Sebelumnya, kelompok Teuku Umar menyatakan akan memboikot pilpres nanti jika tuntutan agar masalah pileg kemarin tidak ditanggapi.

Kelompok Teuku Umar adalah gabungan tokoh dan ketua parpol yang memprotes penyelenggaraan pemilu karena dinilai gagal memberikan fairness.
Mereka terdiri dari Megawati, Prabowo, Wiranto, Gusdur dan beberapa ketua partai lainnya seperti PPP dan PKS. Para tokoh ini pernah menggelar pertemuan di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. ( ape / sho )

ADIK KANDUNG RATU ATUT CHOSIYAH DIPERIKSA KEJAKSAAN NEGRI TANGERANG BANTEN KORUPSI RSUD BALARAJA, Kabupaten Tangerang, Banten.



ADIK KANDUNG RATU ATUT CHOSIYAH DIPERIKSA KEJAKSAAN NEGRI TANGERANG BANTEN KORUPSI RSUD BALARAJA, Kabupaten Tangerang, Banten.
Minggu, 24 Agustus 2008 18:22

WIBTANGERANG, MINGGU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang menjadwalkan akan memanggil adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Heri Wardana alias Wawan suami dari mantan calon wakil bupati Tangerang Banten yang gagal, terkait dugaan kasus korupsi pembangunan RSUD Balaraja.Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tangerang, Rakhmat Haryanto, Minggu (24/8) mengatakan, jadwal pemanggilan adik pejabat nomor satu di Provinsi Banten tersebut pada Senin (25/8)."Wawan seharusnya memenuhi panggilan Kejari Tangerang pada Jumat (22/8) kemarin, namun berhalangan hadir karena harus menghadiri rapat Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Provinsi Banten," ungkapnya.

Haryanto mengatakan, Wawan akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.Sebelumnya, Kejari Tangerang telah menetapkan lima tersangka yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi pembangunan rumah sakit pemerintah yang menghabiskan dana dekonsentrasi APBN 2006 sebesar Rp14,115 milyar tersebut.Kelima tersangka tersebut antara lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinskes) Provinsi Banten, DBS, Pejabat Pembuat Komitmen Dinkes Provinsi Banten, NA, Direktur kontraktor proyek PT Glindingmas Wahana Nusa sebagai kontraktor proyek, JC, Kepala Proyek, DW dan konsultan pengawas proyek dari PT Cipta Sarana Mitra, AS.Modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni membuat laporan palsu secara bersamaan tentang kemajuan pembangunan RSUD Balaraja.

Laporan kemajuan pembangunan tersebut untuk mencairkan dana ke Dinkes Provinsi Banten sebesar Rp 14,115 milyar padahal laporan kemajuan proyek tidak sesuai dengan bangunan fisiknya.Kejaksaan menemukan hasil pengumpulan data dan survey lokasi yang menunjukkan sejumlah bangunan fisik tidak sesuai dengan laporan kemajuan proyek, di antaranya toilet, keramik lantai, saklar dan jaringan listrik.Namun demikian, Haryanto menjelaskan, pemanggilan Wawan tersebut bersifat tidak mengikat dan akan mengubah penanganan kasus yang sudah mencapai tahap penyidikan itu.

"Pemanggilan Wawan juga didasarkan keterangan tersangka JC, yang menyebut nama Wawan.
Namun belum diketahui jelas peranan Wawan pada pembangunan RSUD Balaraja."Selain itu, Kejari Tangerang juga akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hani Heryanto terkait perencanaan dan pembangunan rumah sakit milik Kabupaten Tangerang tersebut.

Panda Nababan & Kejahatandalam Pendzoliman kepada Marissa Haque Fawzi




Kasihan Marissa Haque, dia perempuan lembut hati dan manis budi bahasanya. Dari di DPR RI dulu saya sudah sering mengingatkan janganlah adindaku tercinta itu masuk partai setan bermata merah pakai tanduk pula. Lihatlah copy berita tahun lalu yang sengaja saya simpan agar masyarakat Indonesia dapat membela Marissa Haque yang terdzolimi ini. Panda Nababan atas perintah Megawati Soekarnoputri membayar Wartawan Detiki.com. Nama serta alamat wartawan tersebut tertera pada berita dibawah ini. Berita tsb adalah sbb:Saudariku sayang, kalau pendzoliman terhadap saudari muslim kita Marissa Haque oleh PDIP bagaimana pendapatmu?

Jelas-jelas Marissa Haque menolak dipaksa Panda Nababan dan Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuangan untuk mendukung YANG DIDUGA Koruptor Banten berijazah PALSU dari FAkultas Ekonomi Universitas Borobudur, Kalimalang, Jaktim itu,http://jkt1.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/09/tgl/01/time/142514/idnews/667069/idkanal/10Jumat, 01/09/2006 14:25 WIB Pemecatan Marissa dari PDIP Jangan Terkesan DizalimiMuhammad Nur Hayid - detikinetJakarta - PDIP tidak ingin pemecatan Marissa Haque sebagai anggota PDIP dipublikasikan secara besar-besaran.

PDIP tidak ingin ada kesan Marissa menjadi pahlawan karena dipecat.“Kita mendudukkan sesuai permasalahannya,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Panda Nababan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2006).Panda lantas mengatakan, Marissa dulu pemain sinetron dengan lakon di Komisi X, produsernya PDIP, sutradaranya Ketum PDIP Megawati. Sekarang Marissa menjadi pemain sinetron dengan lakon sebagai wakil gubernur, produsernya PKS dan sutradaranya Presiden PKS Tifatul Sembiring.“Padahal dulu sebelum menjadi anggota, dia sudah tanda tangan di atas materai setia kepada partai. Kalau begini, etis tidak?” cetus Panda.Menurut Panda, seharusnya jika Marissa telah menetapkan diri sebagai calon gubernur dari PKS, Marissa sebaiknya mengundurkan diri tanpa menunggu pemberian sanksi dari DPP.

“Kalau Anda sebagai wartawan detikcom kemudian Anda menulis di media lain, pantas nggak itu? Harusnya dia tahu,” tambah Panda.Saat didesak apakah surat pemecatan Marissa sudah sampai ke fraksi, Panda tidak mau menanggapi. “Persoalannya dipecat atau tidak, tapi didudukkan pada masalah yang sebenarnya,” ungkap Panda.Sementara anggota PDIP Effendi Simbolon dengan nada bergurau menimpali pernyataan Panda bahwa seluruh anggota fraksi dilarang berkomentar tentang Marissa. “Kata Sekjen nggak boleh dikomentari oleh anggota, kenapa Pak Panda berkomentar,” kata Effendi sambil tertawa lebar.Panda pun lantas menyahut pernyataan Effendi. “Untuk saya tidak apa-apa,” ujar Panda sekenanya yang diikuti derai tawa para wartawan. ( san )

Setalah Dikalahkan Marissa Haque Sekarang Taufik Kiemas Kalah Lagi dari Rieke Pitaloka



Dahulu oleh Marissa Haque Sekarang
Rieke Dyah Pitaloka Ungguli Taufik Kiemas

Kompas/Agus Susanto
Rieke Dyah Pitaloka
/
Sabtu, 11 April 2009 13:31 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis kondang Rieke Dyah Pitaloka yang mencalonkan diri sebagai caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) unggul sementara atas politisi senior dari partai yang sama, Taufik Kiemas, dari daerah pemilihan Jabar II (Bandung dan Bandung Barat).

Padahal, Taufik Kiemas adalah suami dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang juga duduk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI-P.

Rieke unggul sementara dengan perolehan 427 suara atas Taufik yang hanya memperoleh 261 suara. Rieke sendiri belum dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan. Hanya saja, Rini, asisten Rieke, mengatakan, pihaknya belum memperoleh informasi yang lengkap dari masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). "Iya, belum dapat informasi update Mbak," ujar Rini kepada Kompas.com, Sabtu (11/4).

Partai berlambang banteng dengan moncong putih ini duduk di posisi kedua setelah Partai Demokrat dan unggul sedikit di atas Partai Golkar.

Rieke Pitaloka Nilai Lagu Slank & Perkataan Marissa Haque Kini Terbukti






Rabu, 9 April 2008 18:21 WIB Hiburan Dibaca 2138 kali



Jakarta (ANTARA News) - Penangkapan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Pembangunan (FPP), Al Amin Nasution, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pada Rabu dini hari, dinilai artis Rieke Dyah Pitaloka, makin menguatkan dugaan adanya mafia di lingkungan DPR layaknya disebut dalam lirik lagu "Gosip Jalanan" dari Slank.Aktris yang juga anggota partai politik (parpol) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menilai bahwa kasus penangkapan Al Amin Nasution menunjukkan tak ada yang salah dengan lirik lagu Slank yang kini gencar diperdebatkan itu. "Berarti kan lagu Slank memang terbukti," ujarnya saat di temui di sela-sela Diskusi Budaya, Amandemen UUD 1945 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (9/4).Pemeran Oneng dalam komedi situasi "Bajaj Bajuri" itu memberi dukungan kepada kelompok Slank, yang dinilainya berani menyuarakan suara hati lewat lagu-lagu semacam itu. "Karena, kalau disindir pun sudah enggak mempan," ujarnya.Mengenai lirik lagu Gosip Jalanan, Rieke mengatakan, "Saya tidak melihat kalau lirik itu menghakimi anggota Dewan. Kalau ada kata `mafia di Senayan`, itu bukan berarti semua anggota Dewan adalah mafia. Ibarat Mafia Italia, bukan berarti orang Italia semuanya mafia bukan?""Masyarakat sudah tahu bahwa yang keluar masuk Senayan kan tidak hanya anggota Dewan, banyak juga kan orang-orang yang masuk ke sana kerjanya cuma jadi makelar politik," katanya.Sementara itu, anggota dewan badan kehormatan DPR, Gayus Lumbun, telah meminta agar polemik antara DPR dan Slank segera diakhiri. Artinya, pihak DPR tidak akan meneruskan persoalan tersebut. "Saya memang sudah dengar kabar itu," ujar Rieke.Syair dalam lagu "Gosip Jalanan" itu antara lain berbunyi "Mau tau gak mafia di senayan, Kerjanya tukang buat peraturan, Bikin UUD ujung-ujungnya duit". Sejumlah anggota DPR menilai lirik lagu "Gosip Jalanan" yang dilantunkan oleh Slank dalam album "Plur" dan dirilis tahun 2004 dinilai telah melecehkan kelembagaan DPR.Badan Kehormatan (BK) DPR pada Rabu menyatakan tidak akan melanjutkan proses pengaduan atas kasus lirik lagu Slank yang dinilai melecehkan DPR itu.Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun seusai menemui Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Rabu, menyatakan evaluasi atas lirik lagu berjudul "Gosip Jalanan" itu diserahkan pada masyarakat untuk menyikapinya. (*)
COPYRIGHT © 2008

Entri Populer